Bupati Bogor, Ade Yasin membagikan bantuan sosial (bansos) berupa beras tahap dua seberat 6.000 ton untuk 200.000 keluarga terdampak pandemi COVID-19 di Kabupaten Bogor Jawa Barat.

"Bantuan ini harus sampai ke yang berhak, ini disalurkan oleh Forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah). Armada (pendistribusian) disediakan oleh TNI-Polri," ujarnya saat meresmikan pendistribusian beras bansos di Kelurahan Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu.

Menurutnya, pendistribusian beras jenis medium yang dibeli dari Perum Bulog seharga Rp10.543 per kilogram itu akan melibatkan anggota TNI-Polri, sama halnya dengan pendistribusian tahap pertama yang dilakukan sejak 29 April 2020.
 

"Kenapa harus memakai kendaraan dan melibatkan TNI-Polri, karena dengan memanfaatkan ini biaya jadi lebih murah," kata Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kualitas beras, seperti yang sempat menjadi kegaduhan pada pendistribusian beras bansos tahap pertama. Ade Yasin menyarankan agar masyarakat mengembalikan ke pihak kelurahan atau desa jika menerima beras berkualitas buruk, untuk ditukar dengan beras kualitas baik.

"Tadi kita uji tanak, matengnya sudah layak konsumsi. Kalau nanti ada beras kutu dan jelek tolong kembalikan ke lurah atau kepala desa," kata Ade Yasin.

Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu menegaskan bahwa bantuan beras seberat 30 kilogram per keluarga itu beratnya tidak boleh dikurangi, meski dengan alasan dibagi ke keluarga yang tidak tertera di daftar penerima bantuan.

"Tidak boleh dipecah oleh pak lurah atau kades, kecuali ada (izin) dari yang bersangkutan (penerima) sendiri," tuturnya.

Baca juga: Alasan Pemkab Bogor belum putus kerja sama dengan Bulog

Baca juga: Buwas antisipasi upaya mendiskreditkan Bulog dari beras program Bansos

Baca juga: Pemkab Bogor dan Bulog evaluasi beras bansos COVID-19

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020