PT Meiloon Technology Indonesia, perusahaan asal Taiwan, yang merelokasi investasinya dari Suzhou, China, ke Indonesia, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pabriknya senilai total 90 juta dolar AS di Subang, Jawa Barat, Selasa.

Peletakan batu pertama dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Subang Ruhimat, serta jajaran direksi PT Meiloon Technology Indonesia.

"Hari ini, adalah tonggak bersejarah penting untuk Meiloon. Kami adalah perusahaan terbuka dengan pengalaman selama 48 tahun. Kami adalah perusahaan OEM dan ODM terkemuka untuk produk speaker ternama seperti JBL dan lainnya," kata CFO Meiloon Eva Kuo dalam sambutannya yang disiarkan secara daring, Selasa.

Ia menuturkan dalam dua tahun terakhir, pihaknya telah melalukan survei dan evaluasi ke berbagai negara dan akhirnya memilih Subang, Jawa Barat, sebagai lokasi terbaik investasinya.

"Kami berkomitmen dengan investasi kami akan buka ribuan peluang pekerjaan bagi masyarakat lokal, transfer ilmu pengetahuan, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat," kata Eva.

Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berharap groundbreaking Meiloon jadi momentum tepat untuk mempercepat realisasi industri di bidang tersebut.

Ia juga mengatakan Meiloon mempunyai komitmen yang kuat untuk merelokasikan pabriknya ke Indonesia.

"Dalam pemaparannya kepada BKPM, mereka katakan bahwa akhir bulan ini sudah bisa memproduksi. Bahkan produksinya berorientasi ekspor," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan groundbreaking pabrik perusahaan speaker audio video elektronik asal Taiwan itu menjadi momentum optimisme ekonomi di tengah pandemi COVID.

Emil, sapaannya, juga mengatakan Subang merupakan kawasan emas dengan akses pelabuhan, bandara, jalan tol, hingga rel kereta api.

"Semua infrastruktur terbaik ada di sini. Dengan groundbreaking hari ini, jadi awal kebangkitan ekonomi Jawa Barat, Subang, dan ekonomi Indonesia saat COVID," katanya.

Berdasarkan data BKPM, rencana investasi Meiloon mencapai 90 juta dolar AS dengan penyerapan tenaga kerja hingga 8.000 orang dan ditargetkan mulai produksi pada semester II 2020 dan 100 persen produk untuk kebutuhan ekspor.

Baca juga: Gaet relokasi investasi, pemerintah perlu beri insentif fiskal

Baca juga: Indonesia jadi tujuan investasi nomor empat dunia

Baca juga: Dubes Xiao Qian akan dorong pengusaha China investasi di Sukabumi

Pewarta: Ade Irma Junida

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020