Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa keputusan pemerintah untuk menempatkan uang negara sebesar Rp30 triliun di empat bank mitra yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN merupakan langkah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Sri Mulyani menyatakan langkah tersebut juga sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo agar pemerintah menggunakan seluruh instrumen, sumber daya, dan kewenangan untuk mengejar pemulihan ekonomi nasional.

“Itu yang sekarang diupayakan pemerintah untuk mendorong pemulihan menggunakan seluruh instrumen, kebijakan, serta kewenangan, salah satunya melalui penempatan uang negara pada bank umum,” katanya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani mengatakan kebijakan ini diharapkan akan mampu mendorong pemulihan yang ditargetkan mulai terjadi pada kuartal III dan IV setelah pada kuartal II tertekan akibat penerapan PSBB sehingga melemahkan aktivitas perekonomian.

“Kita harus segera memulihkan pada kuartal III dan IV meskipun tetap menjaga disiplin kesehatan,” ujarnya.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa skema penempatan uang negara pada bank mitra adalah penempatan dana di deposito dengan suku bunga yang sama seperti waktu ditempatkan di Bank Indonesia yaitu 80 persen dari 7-Day Reverse Repo Rate.

Ia menuturkan suku bunga yang rendah ini akan semakin mendukung bank mitra dalam mendorong sektor riil melalui kredit yang diberikan kepada para pengusaha dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah.

“Selama ini uang negara ada di BI dalam rangka cash management. Kalau uang yang sama ini kita letakkan di perbankan dengan rate of return yang sama maka bank dapat menyalurkan dengan suku bunga lebih rendah kepada dunia usaha,” jelasnya.

Ia menyatakan Bank Indonesia telah memindahkan dana pemerintah sebesar Rp30 triliun kepada bank-bank mitra sejak 25 Juni 2020 setelah pada 23 Juni pihaknya berkoordinasi agar BI dapat menempatkan dana tersebut untuk bank Himbara.

“Penandatanganan perjanjian kerja sama antara bank himbara dengan Dirjen Perbendaharaan pada 24 juni. Transaksi dilakukan pada 25 Juni yaitu Bapak Gubernur BI menyampaikan bahwa sebelum pukul 09.00 uang itu sudah ada di bank himbara,” katanya.

Ia menyebutkan bank Himbara telah menginformasikan penggunaan uang tersebut seperti Mandiri yang akan menyalurkan untuk kredit produktif, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional senilai Rp21 triliun.

Dana pemerintah di Bank BRI akan digunakan untuk mendukung rencana bisnis berupa ekspansi kredit UMKM selama enam bulan sebesar Rp122,5 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87 persen atau Rp108,8 triliun.

Untuk Bank BNI, dana pemerintah akan difokuskan untuk melaksanakan ekspansi kredit pada sektor riil bagi korporasi, usaha menegah dan kecil, serta consumer loan dalam tiga bulan ke depan senilai Rp15,04 triliun.

Terakhir, Bank BTN akan memfokuskan dana pemerintah untuk rencana penyaluran kredit pada Juli sampai Desember 2020 sebesar Rp30,03 triliun yang didominasi oleh penyaluran KPR serta kredit lainnya di sektor perumahan.

Baca juga: Wapres: Pemerintah siapkan skema pemulihan ekonomi dan keuangan syariah

Baca juga: Presiden catat 4 hal saat evaluasi proyek strategis untuk pemulihan ekonomi

Baca juga: Kota Bekasi dorong pemulihan aktivitas ekonomi jelang era normal baru

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020