BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Jawa Barat mencatat 300 ribu peserta jaminan sosial kesehatan di Kabupaten Cianjur menunggak pembayaran premi bulanan, sehingga tunggakan ke lembaga ini terus naik, bahkan saat ini angkanya mencapai Rp42 miliar.

Kepala BPJS Sukabumi, Yasmin Harahap kepada wartawan di Sukabumi, Rabu, mengatakan, saat ini peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Cianjur sebanyak 1,9 juta orang, sebagian besar merupakan peserta yang mendapatkan bantuan pemerintah untuk pembayaran kewajiban iuran perbulannya.

Total peserta sudah mencapai 85 persen dari jumlah penduduk se Kabupaten Cianjur, namun sebagian besar peserta yang masuk dalam program pemerintah daerah.

"Untuk peserta yang dijamin pemkab sudah pasti terbayarkan kewajibannya setiap bulan karena sudah ada pos anggaran yang dikeluarkan. Bahkan rencananya tahun ini akan ada penambahan dari Rp 42 miliar menjadi Rp 52 miliar," katanya.

Ia menyayangkan ratusan ribu peserta yang menunggak merupakan peserta mandiri yang membayar kewajibannya hanya awal saat membutuhkan BPJS Kesehatan untuk berobat, sehingga tunggakannya mencapai Rp42 miliar.

Besarnya tunggakan tersebut secara langsung membuat pembayaran klaim ke rumah sakit menjadi terlambat karena berpengaruh pada kondisi keuangan di BPJS Kesehatan pusat.

"Secara nasional BPJS Kesehatan terancam defisit, termasuk di Cianjur ada tunggakan jadi pembayaran klaim tertunda. Kami akui masih ada keterlambatan pembayaran, tapi diupayakan dibayar bertahap dan secepatnya karena menjadi kewenangan dan kebijakan pusat," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019