Dia menyatakan, permasalahan utama di Jabar adalah ketimpangan sosial dan ekonomi sehingga tugasnya lima tahun ke depan adalah mengurangi ketimpangan tersebut melalui sejumlah program dan inovasi.
Gubernur meminta TP PKK sebagai ujung tombak di keluarga dan masyarakat harus turut memantau dan menyukseskan program-programnya.
"Tugas kita lima tahun ke depan adalah mengurangi ketimpangan caranya hidup harus adil, yang susah kita tolong yang maju harus memberikan dukungan," ujarnya.
Menurut Gubernur, cara pertama, desa akan diberdayakan secara maksimal jadi kepada TP PKK di desa, program-program ini tolong disukseskan."Apalagi TP PKK di desa saya dengar lebih aktif dan berkembang," katanya.
Program lain yang harus disukseskan oleh anggota PKK adalah dua minggu lagi program "Satu Desa Satu Perusahaan" resmi akan dimulai.
Ia mengatakan, tiap desa akan dibangunkan satu perusahaan, jadi direkturnya adalah anak muda yang baru lulus kuliah dan mengerti ekonomi digital, sedangkan karyawannya adalah seluruh warga desa yang menganggur.
"Kita juga akan membangu desa digital yang akan diluncurkan?di Indramayu bulan depan. Nah, PKK nanti akan berperan disitu," kata Gubernur.
Untuk program "Satu Desa Satu Hafidz" yang kini sudah mulai dilaksanakan, dia meminta para anggota TP PKK mencarikan lima nama anak di tiap desa yang akan diberikan beasiswa untuk bersekolah tahfiz Quran oleh pemerintah.
"Tolong TP PKK desa, saya membutuhkan lima nama anak desa yang akan dikasihbeasiswa bersekolah tahfiz Quran, setelah pulang lagi ke desanya mereka akan jadi imam di masjid dan menghafidz kan juga anak lainnya," ujarnya.
Program-program lain yang dititipkan Gubernur Emil kepada TP PKK antara lain?zero stunting, program?Ngabaso(Ngabring ka Sakola), program?Kredit Mesra?dan program "Setangkai" (Sekolah Tanpa Gangguan Gawai).
"Jabar adalah inovasi, tetapi pemerintah tidak mempunyai SDM karena hanya memiliki uangnya, regulasinya dan gagasannya, makanya saya titip 50 persennya sudah saya lakukan penyempurnanya atau 50 persen adalah TP PKK," tandasnya.
Sedangkan, Ketua Tim Penggerak PKK Jabar, Atalia Praratya mengemukakan, rapat konsolidasi ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja TP PKK se-Jabar, baik kegiatan murni maupun yang bersinergi dengan program kerja perangkat daerah.
"Memaparkan rencana kerja TP PKK Jabar dan rencana kegiatan perangkat daerah Jabar pada 2019 yang pelaksanaannya berintegrasi dan bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten maupun Kota," katanya.
Rapat konsolidasi dihadiri 280 peserta terdiri dari perangkat daerah lembaga terkait tingkat Jabar, dan anggota TP PKK Jabar dan kabupaten/ kota.
Pewarta: Ajat SudrajatEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.