"Untuk armada yang disiapkan menanggulangi arus mudik tahun ini tercatat ada 191 bus regular," ujar Kepala Terminal Cicaheum, Roni Hermanto, dihubungi di telepon seluler, Minggu.
Roni menjelaskan, dari 191 bus yang disiapkan terdiri atas 108 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), 83 bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). 30 bus bantuan juga disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi penumpukan penumpang.
Roni memastikan bahwa bus yang berangkat dari Terminal Cicaheum layak jalan karena pengawasan diperketat. Sebelum berangkat bus-bus tersebut dilakukan pengecekan oleh petugas.
"Pengecekan itu di antaranya meliputi mesin, ban, hingga lampu. Surat-surat juga tidak luput dari pengecekan. Sehingga kendaraan itu harus laik jalan dan laik beroperasi," kata dia.
Selain memastikan kelaikan bus, Terminal Cicaheum juga memperhatikan kondisi sopir yang harus fit saat mengemudikan armada mudik.
"Tentunya pengemudi harus fit, jangan sampai pakai narkoba. Makanya kita akan kerja sama dengan Dinkes untuk melakukan tes urine kepada sopir," katanya.
Roni menjelaskan, setiap tahunnya jumlah pemudik yang melalui Terminal Cicaheum terus turun.
Pada tahun 2017 dari H-7 hingga H+7 sekitar 40.500 orang telah diberangkatkan ke berbagai wilayah di Jawa bagian timur atau turun sekitar 18 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 53.000 pemudik.
Sementara untuk tahun ini, ia memprediksi akan terjadi penurunan jumlah pemudik sebanyak lima persen dibanding tahun lalu.
Kata dia, penurunan tersebut disebabkan beberapa faktor seperti mulainya beralih ke kereta api, semakin banyaknya menggunakan kendaraan pribadi khususnya roda dua, serta program dari pemerintah maupun swasta yang menyediakan program mudik gratis.
"Tapi yang paling kentara banyaknya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi," kata dia.
Ia memprediksi puncak arus mudik di Terminal Cicaheum terjadi pada H-3 hingga H-2 lebaran. "Prediksi ini berdasarkan evaluasi tahun lalu. Tapi Sabtu atau Minggu sudah ada pergerakan pemudik," katanya.
Pewarta: Asep FirmansyahEditor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.