Jakarta (ANTARA) - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara terus mengevakuasi dan mencari para pendaki yang terdampak peningkatan aktivitas erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Jumat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan, berdasarkan pendataan sementara, total terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono, terdiri dari sembilan warga negara asing (WNA) asal Singapura, tiga orang warga dari Ternate dan delapan warga lokal dari wilayah sekitar.
"Hingga saat ini, sebanyak 14 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, hingga Jumat siang masih terdapat dua orang pendaki WNA yang dinyatakan dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, yakni H.W.Q.T. (L) usia 30 tahun dan S.M.B.A.H. (L) usia 27 tahun," katanya di Jakarta, Jumat.
Abdul mengemukakan, rincian korban selamat warga negara asing terdiri dari inisial T.Y.M.E. (L) usia 30 tahun, O.S.S. (P) usia 37 tahun, P.L. (P) usia 33 tahun, L.H.E.I. (P) usia 31 tahun, T.J.Y.G. (P) usia 30 tahun, L.Y.X.V. (P) usia 30 tahun dan L.S.D. (L) usia 29 tahun, yang seluruhnya merupakan warga negara Singapura.
Sementara itu, korban selamat WNI terdiri dari B.B. (L) usia 24 tahun, Y. (L) usia 23 tahun, S. (L) usia 26 tahun, A. (L) usia 22 tahun, H. (L) usia 26 tahun, F.N. (P) usia 27 tahun, serta R.I. (P) usia 29 tahun.
Berdasarkan informasi dari pengamat Gunung Dukono yang turut mendampingi proses evakuasi, pada pukul 14.10 WIB, operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel di lapangan akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah.
Saat itu, seluruh tim evakuasi dilaporkan berada di Pos 5 sambil menunggu kondisi aktivitas vulkanik lebih aman untuk melanjutkan pencarian.
Selanjutnya pada pukul 15.25 WIB, berdasarkan laporan langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara, pencarian kembali dilanjutkan dan tim SAR gabungan saat ini dibagi menjadi dua titik pencarian.
Tim pertama menyisir jalur pendakian menuju puncak gunung dan kini berada pada jarak kurang lebih 500 meter dari puncak, sedangkan tim kedua melakukan penyisiran di wilayah aliran sungai yang berada di dekat kawasan puncak gunung. Penyisiran dilakukan untuk mencari dua WNA yang hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan.
Proses penanganan darurat melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis dan unsur relawan setempat. BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih meningkat, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG demi keselamatan bersama.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Erupsi Gunung Dukono, BNPB sebut dua WNA masih dalam pencarian
Pewarta: Lintang Budiyanti PrameswariEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026