Sumedang (ANTARA) - Universitas Padjadjaran (Unpad) memperketat pengawasan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 guna mencegah potensi kecurangan saat ujian.

Koordinator UTBK Unpad, Inu Isnaeni Sidiq di Jatinangor, Sumedang, Rabu, mengatakan setiap indikasi kecurangan akan ditangani sesuai prosedur dan dikoordinasikan dengan panitia pusat untuk penindakan lebih lanjut.

“Jika terindikasi kecurangan, peserta diizinkan menyelesaikan ujian, lalu diverifikasi. Apabila terbukti, akan diminta menandatangani berita acara serta dilaporkan ke Panitia Pusat,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan pengawasan diperketat melalui pengelompokan pada sesi 1 dan sesi 2 pada peserta yang memilih tujuan program studi kedokteran.

Langkah tersebut diambil berdasarkan evaluasi sebelumnya yang menunjukkan lebih dari 90 persen kasus perjokian berasal dari peserta program studi kedokteran sehingga diperlukan pengaturan khusus untuk memudahkan pengawasan di lapangan.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menjelaskan bahwa peserta yang terbukti melakukan kecurangan tidak akan mendapatkan sertifikat UTBK sebagai bentuk hukuman.

“Bagi peserta yang dilaporkan melakukan kecurangan, hasil ujiannya tidak akan di-scoring sehingga yang bersangkutan tidak akan memperoleh sertifikat UTBK,” katanya.

Di sisi lain, pihak Unpad juga menyiagakan 38 teknisi pada 25 ruang ujian serta dukungan kelistrikan dari PLN dan lima unit genset untuk mengantisipasi gangguan teknis saat ujian berlangsung.

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Unpad diikuti 6.632 peserta dan berlangsung hingga 25 April 2026 dengan 1.350 peserta dijadwalkan mengikuti ujian pada hari ini.

Sementara itu, 46 peserta tercatat tidak hadir yang terdiri atas 34 peserta pada sesi pagi dan 12 peserta pada sesi siang.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026