Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya gesekan berlebih, hingga kerusakan pada bagian kompresor.

Penggantian yang dilakukan secara rutin ini juga dapat mencegah terjadinya kerja sistem menjadi lebih berat dan tidak efisien.

Menurut dia, faktor lain yang tak kalah penting adalah suhu radiator. Letak kondensor yang berdekatan dengan radiator membuat keduanya saling memengaruhi.

“Jika radiator terlalu panas atau kipas tidak bekerja optimal, maka kondensor ikut panas dan kinerja AC menurun. Akibatnya, sistem akan bekerja lebih keras untuk menghasilkan suhu dingin yang diinginkan, sehingga konsumsi BBM pun meningkat,” ucap dia.

Komponen pendukung seperti magnetic clutch dan solenoid valve juga berperan dalam mengatur kerja kompresor berdasarkan perintah dari sistem komputer kendaraan.

Jika salah satu komponen ini bermasalah, maka kinerja AC menjadi tidak stabil dan berpotensi menambah beban mesin.

Dengan demikian, penggunaan AC memang tidak bisa dipisahkan dari kenyamanan berkendara, namun perawatan yang tepat menjadi kunci agar konsumsi bahan bakar tetap efisien.

Pemeriksaan rutin pada sistem AC dan pendingin mesin sangat disarankan untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal sekaligus menghindari pemborosan BBM.

 

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AC tidak sehat bisa berdampak pada konsumsi BBM



Pewarta: Chairul Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026