Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seiring kenaikan harga plastik yang signifikan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan harga plastik mengalami kenaikan hingga hampir 10 kali lipat akibat peningkatan harga bahan baku petrokimia yang dipengaruhi kondisi global.
“Plastik merupakan turunan dari produk petrokimia yang bergantung pada minyak bumi dan gas. Ketika harga energi meningkat, produksi menurun dan harga plastik ikut naik,” kata Wali Kota Muhammad Farhan di Bandung, Selasa.
Ia menyarankan masyarakat membawa kantong belanja sendiri sebagai pengganti plastik kresek serta membawa kontainer makanan guna mengurangi penggunaan wadah plastik.
Selain karena harga yang semakin mahal, kata dia, langkah tersebut juga dapat membantu mengurangi timbulan sampah di Kota Bandung.
Farhan mengungkapkan harga plastik mengalami kenaikan signifikan hingga beberapa kali lipat dalam waktu singkat.
“Biasanya sekitar Rp15 ribu sekarang bisa mencapai Rp40 ribuan per paket,” kata dia.
Ia menambahkan kenaikan harga tersebut turut berdampak pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner berbasis layanan bawa pulang (take away).
Pemkot Bandung, kata dia, akan segera berkoordinasi dengan distributor untuk memastikan penyebab kenaikan harga dan mencari solusi yang tepat.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026