Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat masih melakukan pendataan terkait longsor yang terjadi di Desa Pasawahan, Kecamatan Takokak, Selasa, di mana data sementara menunjukkan satu rumah rusak dan 12 lainnya terancam.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat mengatakan hujan deras dengan intensitas tinggi sepanjang Selasa membuat tebing di belakang perkampungan longsor menimpa rumah milik Agus Hermawan.

Satu keluarga terdiri atas enam jiwa terpaksa mengungsi untuk sementara karena longsor susulan dapat terjadi setiap saat, apalagi hingga malam menjelang hujan deras masih melanda sebagian besar wilayah Takokak.

"Kami sudah mengirim petugas ke lokasi guna melakukan pendataan dan penanganan sementara. Masyarakat sekitar diminta waspada dan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana," katanya.

Pihaknya segera mengirimkan bantuan setelah data lengkap didapat dari petugas di lapangan, sedangkan untuk rumah yang rusak diupayakan mendapat bantuan pembangunan kembali dari pemerintah daerah.

Selama satu pekan terakhir, tutur dia, sedikitnya 20 laporan masuk terkait bencana alam seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang, di mana sebagian besar sudah tuntas dilakukan penanganan termasuk pohon tumbang di jalur selatan Cianjur pada Senin malam.

Pihaknya menyiagakan puluhan petugas dan 360 orang Relawan Tangguh Bencana di 32 kecamatan guna melakukan pengawasan, pelaporan, dan penanganan cepat ketika terjadi bencana, termasuk melakukan evakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.

"Kami siagakan petugas dan relawan sampai akhir April karena informasi BMKG cuaca ekstrem masih melanda Cianjur selama beberapa hari ke depan, ini juga harus diwaspadai masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026