Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengeluarkan peringatan dini selama tiga hari ke depan bagi masyarakat di seluruh wilayah Cianjur terkait cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Rabu, mengatakan peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di Jabar terutama Cianjur akan diguyur hujan lebat dengan status siaga.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti sepadan sungai dan perbukitan rawan longsor disertai pergeseran tanah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.
"Peringatan dini berlaku selama tiga hari ke depan dengan status siaga, di mana hujan lebat diperkirakan akan mulai terjadi pada siang hingga malam hari," katanya.
Wilayah yang masuk dalam peringatan dini tersebut di antaranya Kecamatan Cianjur, Cipanas, Warungkondang, Cibeber, Cilaku, Ciranjang, Cikalongkulon, Sukanagara, Campaka, Cidaun, Campakamulya, dan Gekbrong.
Sedangkan sejumlah titik lainnya diwaspadai karena rawan terjadi pohon tumbang saat hujan turun deras disertai angin kencang seperti ruas Jalan Raya Puncak-Cianjur, Jalan Raya Cianjur-Bandung, dan Jalan Raya Sukabumi-Cianjur.
Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi selama satu pekan terakhir menyebabkan enam peristiwa pohon tumbang termasuk di Jalan Raya Cianjur-Cugenang yang menyebabkan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa pohon berukuran besar.
"Sedangkan banjir terjadi di empat kecamatan, tidak ada korban jiwa atau warga yang mengungsi, namun seiring peringatan dini kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan siaga segera mengungsi ketika hujan turun lebat lebih dari dua jam saat malam hari," katanya.
Sedangkan untuk meminimalisasi bencana alam termasuk pohon tumbang, tambah dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk melakukan pemangkasan dahan dan penebangan pohon yang rawan tumbang di sepanjang jalur utama Cianjur.
"Untuk wilayah rawan longsor dan banjir kami meminta dinas terkait di Pemkab Cianjur hingga pusat menyiagakan alat berat di sejumlah titik guna penanganan cepat ketika terjadi bencana longsor menutup landasan jalan," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026