Garut (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Barat melakukan sistem satu arah atau "one way" menguras arus balik dan wisatawan kendaraan dari arah Kabupaten Garut menuju Bandung untuk mengurai kepadatan di jalur Garut, Senin.  

"Sistem 'one way' mengutamakan wilayah kota Garut menuju barat sebanyak 10 kali," kata Kepala Subdit Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar AKBP Eti Haryati kepada wartawan di Pos Pengamanan Limbangan, Garut, Senin. 

Ia menuturkan, saat ini sudah mulai terjadi arus balik dan juga masyarakat yang pulang dari berwisata di wilayah Garut menuju Bandung sehingga terjadi kepadatan di jalur Garut.

Upaya kepolisian di lapangan, kata dia, memprioritaskan satu arah sepenggal dengan menarik laju kendaraan dari arah timur Garut untuk menuju Bandung, sehingga arus kendaraan lancar.

"Penarikan arus ke arah barat dari kota Garut sudah terjadi saat Lebaran H+2 sampai 3 ini sangat luar biasa, prioritas kami penarikan arus," katanya.   

Ia menyampaikan, selain jalur perkotaan Garut menuju Bandung, juga dilakukan sistem satu arah di jalur nasional lintas Limbangan-Malangbong sebanyak lima kali.

Selain memberlakukan satu arah selama 20 sampai 30 menit, kata dia, pihaknya juga memberlakukan pengalihan arus kendaraan yang menuju Tasikmalaya dialihkan ke jalur perkotaan Garut.

"Pengalihan arus dilaksanakan di Cagak Nagreg, ini menjadi pertimbangan apabila ekor sudah panjang, nanti menuju ke Garut, lalu Singaparna," katanya.

Ia menambahkan, pemberlakuan satu arah sepenggal itu bukan untuk menghambat laju kendaraan karena diberhentikan, upaya itu tujuannya agar laju kendaraan bisa lebih lancar, dan tidak terjadi kepadatan.

Kondisi saat ini, kata dia, arus kendaraan ramai dari arah timur menuju barat di jalur nasional maupun provinsi ramai, sedangkan laju kendaraan dari arah barat ke timur landai.

"Sekarang ini sudah landai," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026