Cirebon (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengkaji 15 karya budaya daerah yang akan diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat nasional pada 2026.

“Kajian tersebut dilakukan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat sebelum pengajuan ke pemerintah pusat,” kata Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar Kabupaten Cirebon Iman Hermanto di Cirebon, Selasa.

Menurut dia, tahapan ini bertujuan memastikan seluruh persyaratan administratif dan substansi kebudayaan telah terpenuhi sesuai ketentuan penetapan WBTb nasional.

Kendati demikian, pihaknya memastikan seluruh data terkait 15 karya budaya tersebut telah lengkap mulai dari sejarah, perkembangan kesenian, hingga para pelaku yang masih aktif melestarikannya.

Ia menjelaskan setiap karya budaya yang diajukan harus dilengkapi kajian komprehensif yang mencakup sejarah, nilai budaya, fungsi sosial, hingga keberlanjutan tradisi di tengah masyarakat.

“Untuk memperkuat data tersebut, tim kajian melakukan penelusuran lapangan ke sejumlah lokasi guna menggali informasi langsung dari pelaku budaya dan tokoh masyarakat,” katanya.

Ia menuturkan salah satu karya budaya yang saat ini menjalani pengkajian lebih mendalam adalah Wayang Kulit Gagrag, asal Kabupaten Cirebon.

Tim kajian telah mengunjungi Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan, untuk mewawancarai maestro Wayang Gagrag Cirebon Dalang Sudarso yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Cirebon.

“Selain itu, tim kami melakukan kunjungan ke Keraton Kacirebonan untuk menggali informasi mengenai sejarah serta perkembangan Wayang Gagrag Cirebon dari Ketua Pepadi Kota Cirebon Elang Iyan Arifudin,” katanya.

Iman mengatakan salah satu aspek penting dalam penilaian WBTb nasional adalah keberlanjutan tradisi, yakni budaya tersebut masih dipraktikkan oleh masyarakat dan memiliki regenerasi pelaku.

Oleh karena itu, Disbudpar menelusuri berbagai aktivitas pelaku budaya, termasuk frekuensi pertunjukan, keterlibatan generasi muda, serta berbagai program pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Dalam waktu dekat, kami akan menggelar pertemuan dengan sejumlah pegiat budaya dan komunitas seni untuk menggali lebih jauh praktik serta fungsi sosial berbagai karya budaya tersebut,” tuturnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026