Cirebon (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebutkan saat ini daerahnya menjadi pusat pembelajaran budaya Jawa Barat untuk para siswa melalui penyelenggaraan Sekolah Budaya pada 3-6 November 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Amin Mughni di Cirebon, Senin, mengatakan kekayaan budaya yang dimiliki Cirebon menjadikan daerah tersebut layak difungsikan sebagai lokasi pendidikan kebudayaan bagi pelajar dari berbagai daerah.
“Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan budaya yang luas, mulai dari bahasa, tari, musik, kuliner, hingga situs sejarah,” katanya.
Ia menjelaskan keragaman tersebut perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar, tetap relevan dan bermakna untuk masa depan. Sehingga pelestarian serta pengembangan budaya berjalan berkesinambungan.
“Kami berkewajiban melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan agar budaya tidak mengalami kemunduran,” katanya.
Ia menilai program tersebut memberi ruang kreatif bagi siswa SMA dan SMK di Jawa Barat, untuk mengenal dan mengembangkan budaya daerah masing-masing.
Selain itu, Amin menuturkan Kabupaten Cirebon memiliki Museum Cakrabuana yang menjadi pusat edukasi karena memiliki koleksi benda terkait seni, tradisi, dan sejarah daerah.
“Museum ini tidak memungut biaya masuk sehingga anak-anak muda dapat dengan mudah belajar sejarah Cirebon,” katanya.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Retno Raswaty mengatakan Cirebon dipilih sebagai tuan rumah, karena memiliki ekosistem budaya yang mendukung proses pembelajaran lapangan.
