Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menargetkan surplus beras pada 2026 dapat meningkat 10 persen dari capaian 2025, guna memperkuat peran daerah dalam menjaga ketahanan pangan regional dan nasional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Jumat, mengatakan surplus beras pada 2024 tercatat 93 ribu ton dan meningkat menjadi 120 ribu ton pada 2025.

“Target ini harus menjadi pemicu semangat seluruh jajaran di Diskatan agar bekerja lebih terukur dan berbasis data,” katanya.

Ia menyebut tren kenaikan surplus selama dua tahun terakhir, menunjukkan sektor pertanian Kuningan berada pada jalur yang positif.

Namun demikian, kata dia, tantangan produksi semakin kompleks seiring perubahan iklim dan dinamika ketahanan pangan nasional.

Menurut Wahyu, ancaman organisme pengganggu tanaman serta fluktuasi biaya produksi dan harga pasar perlu diantisipasi secara sistematis. Karena itu, lanjut dia, stabilitas pasokan dan perlindungan terhadap petani harus berjalan seiring dengan peningkatan angka produksi.

Ia menegaskan rotasi dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan dinasnya, menjadi bagian dari strategi menjaga konsistensi kinerja.

“Jabatan boleh berganti, tetapi komitmen terhadap ketahanan pangan tidak boleh melemah,” ujarnya.

Pejabat pengawas, kata dia, memiliki peran strategis memastikan kebijakan berjalan efektif melalui penguatan manajemen irigasi dan pengawalan masa tanam.

Selain itu, ia menyebutkan optimalisasi luas tambah tanam serta perlindungan usaha tani menjadi prioritas yang harus dikawal secara disiplin di lapangan.

“Kami optimistis target kenaikan surplus pada 2026 dapat tercapai, sehingga memperkuat kontribusi daerah sebagai salah satu lumbung pangan di wilayah timur Jawa Barat,” ucap dia.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026