Cirebon (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, Jawa Barat menindaklanjuti usulan masyarakat dan pegiat seni budaya terkait dengan pemberian penghargaan kepada tokoh bersejarah yang dinilai berjasa dalam pembangunan ekonomi, sosial, serta keagamaan di daerah tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Harry Saputra Gani di Cirebon, Selasa, mengatakan dewan memfasilitasi aspirasi tersebut dengan menjembatani pembahasan bersama pihak eksekutif.
“Kami dan pemerintah daerah merupakan bagian dari penyelenggara pemerintahan, sehingga kami mesti menjembatani usulan masyarakat kepada pemerintah,” katanya.
Ia menyebut usulan penghargaan itu ditujukan kepada Mayor Tan Tjin Kie serta tokoh keagamaan Al Habib Muhammad bin Syekh bin Yahya atau Kang Ayip Muh karena kontribusi mereka bagi perkembangan Kota Cirebon.
Dia mengatakan Mayor Tan Tjin Kie dikenal sebagai tokoh yang memiliki banyak peninggalan penting, seperti terkait dengan rumah sakit, pabrik gula, pabrik di Karangwusuwung, serta sejumlah bangunan lain yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi Cirebon.
Selain itu, katanya, Kang Ayip Muh berperan besar dalam pembangunan kehidupan sosial dan keagamaan, termasuk mendorong penghapusan praktik perjudian di sejumlah wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Ia menilai pengusulan penghargaan tersebut sekaligus menegaskan identitas Cirebon sebagai kota Caruban, yang mencerminkan akulturasi budaya dan toleransi antar-komunitas.
Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Yusuf mengapresiasi inisiatif pegiat budaya dan masyarakat yang mendorong penguatan literasi sejarah melalui penghargaan tokoh berjasa.
“Ini sebagai bentuk terima kasih kita, sehingga perlu diseriusi dan dicari formulasi agar usulan budayawan dan masyarakat bisa terealisasi,” katanya.
Komisi III mendorong pembahasan lanjutan bersama Wali Kota Cirebon dan perangkat daerah agar bentuk penghargaan memiliki dasar administrasi yang jelas.
Pihaknya menilai Kota Cirebon memiliki kekayaan sejarah lintas etnis yang perlu diangkat melalui penghormatan kepada para tokoh pembangun kota.
“Penghargaan kepada tokoh dari komunitas Tionghoa, Arab, India, dan kelompok lainnya dapat menjadi motivasi kebangkitan peradaban dan memperkuat persatuan masyarakat,” tuturnya.
Salah satu pegiat budaya setempat, Dedi Setiawan, meminta pemerintah daerah segera memberikan perhatian dan penghargaan resmi kepada kedua tokoh tersebut.
Ia berharap, ada respons konkret dari pemerintah daerah karena kedua tokoh tersebut dinilai memiliki kontribusi nyata dalam sejarah pembangunan ekonomi dan keagamaan di Kota Cirebon.
“Kedua tokoh ini, dinilai berjasa dalam catatan sejarah dan perkembangan sosial di Kota Cirebon,” kata dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026