Guna memuluskan target tersebut, Dedi tidak membiarkan bank BJB berjalan sendiri. Ia mengatakan akan membuka akses langsung ke ekosistem investasi Jawa Barat yang pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp298,6 triliun, serta proyek infrastruktur 2026 yang nilainya lebih dari Rp7 triliun.
Dedi menyodorkan skema bisnis konkret dengan memanfaatkan masuknya investor asing.
"Ada pengusaha dari China ingin membuka pabrik di Jabar, saya tawarkan 3.000 pekerja terampil, nanti mereka harus menabung di BJB," ucap Dedi.
Namun, Dedi memberi catatan tebal terkait infrastruktur teknologi. Ia memperingatkan agar divisi IT BJB berbenah total.
"Jangan sampai transaksi elektronik 'lemot', ATM 'lemot'," kata Dedi.
Menanggapi tantangan tersebut, Plt Dirut BJB Ayi Subarna, sambil melaporkan posisi kinerja perseroan hingga 31 Desember 2025 yang mencatatkan laba bersih Rp1,09 triliun dengan total aset mencapai Rp181 triliun, mengatakan kesiapannya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian.
Baca juga: DPRD Jabar: BJB harus memprioritaskan pembiayaan produktif ekonomi warga
Baca juga: Bank bjb dan GoTo Financial Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Bagi Nasabah
Baca juga: Bank BJB hadirkan Program BJB Boom SurePrize untuk optimalkan dana akhir tahun
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026