Selain itu, Wahyu menuturkan pengendalian kultur teknis juga menjadi bagian penting, antara lain melalui tanam padi serempak, menjaga kebersihan pematang dan saluran, serta pengelolaan sisa jerami.
“Kami pun mendorong pengendalian biologis dengan memanfaatkan musuh alami, seperti burung hantu melalui pembangunan rumah burung hantu, serta predator alami lainnya,” katanya.
Ia mengatakan untuk penggunaan rodentisida dalam pengendalian OPT harus dilakukan secara terbatas dan selektif, khususnya pada kondisi serangan berat agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
“Melalui pengendalian OPT secara serentak ini, kami berharap ancaman hama dan penyakit tanaman dapat ditekan sehingga produktivitas padi di daerah,” ucap dia.
Baca juga: Pemkab Kuningan pastikan membenahi tata kelola air di TNGC
Baca juga: Legislator Jabar: Wisata di TNGC harus mengedepankan konservasi
Baca juga: Pemkab Kuningan mengalokasikan Rp76 miliar untuk ketahanan pangan desa
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026