Kota Bandung (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Besar Bandung memastikan jembatan layang (flyover) Pasupati, Kota Bandung, tidak akan ditutup saat perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026.
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Wahyu Pristha mengatakan penutupan flyover justru berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur bawah sehingga kebijakan tersebut tidak diambil.
“Untuk flyover tidak dilakukan penutupan. Flyover akan tetap dijaga dan diatur agar arus lalu lintas berjalan normal. Jangan sampai kita menutup flyover karena dapat menimbulkan kemacetan di jalur bawah,” kata Wahyu di Bandung, Rabu.
Meski demikian, ia menegaskan rekayasa lalu lintas tetap akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi kepadatan di lapangan.
Seluruh titik pengamanan, lanjut Wahyu, akan dijaga oleh personel kepolisian. Sekitar 100 personel disiagakan di masing-masing titik pengamanan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perayaan malam Tahun Baru.
“Kami mengharapkan kerja sama dari seluruh pihak agar perayaan malam tahub baru dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” ujarnya.
Wahyu mencontohkan, apabila kawasan Asia Afrika hingga Alun-Alun Bandung sudah dipenuhi massa, maka akses menuju Jalan Tamblong akan ditutup untuk mencegah kepadatan berlebih.
“Jika Asia Afrika dan Alun-Alun sudah sangat padat, Jalan Tamblong akan kita tutup, termasuk akses ke arah Naripan,” katanya.
Hal serupa juga akan diterapkan di kawasan Braga apabila terjadi kepadatan pengunjung.
“Kalau Braga pendek terlalu sesak oleh masyarakat yang merayakan Tahun Baru, itu juga akan kita tutup,” kata Wahyu.
Wahyu mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta merayakan malam pergantian tahun dengan tertib demi keselamatan bersama.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026