Cianjur (ANTARA) - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencacat selama libur Natal 2025 tingkat okupansi hotel mencapai 60 persen didominasi wisatawan dari sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Humas PHRI Cianjur Samsul Rizal di Cianjur, Senin, mengatakan tingkat hunian hotel pada libur Natal 2025 cukup tinggi sekitar 700-800 kamar mulai terisi sejak tanggal 25 Desember.
"Tingkat hunian hotel mencapai 60 persen atau sekitar 700-800 kamar yang terisi saat libur natal, peningkatan terjadi pada tanggal 25-28 Desember," katanya.
Pihaknya menilai peningkatan terjadi karena libur natal dan libur panjang sekolah bersamaan, sehingga tingkat hunian hotel cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dimana sebagian besar berasal dari Jabodetabek.
Sedangkan tingkat pesanan hotel menjelang pergantian tahun baru 2026 hingga saat ini, masih jauh dari target yang diharapkan sebesar 30 persen, namun pihaknya optimis dapat tercapai satu hari menjelang malam pergantian baru.
"Kami berharap terus meningkat sampai libur sekolah habis di awal tahun 2026, saat ini tingkat pesanan baru mencapai 15-20 persen dari target, biasanya meningkat saat malam pergantian tahun," katanya.
Sedangkan terkait malam tahun baru tanpa kembang api, pihaknya sudah menerima surat edaran dari pemerintah dan Kepolisian, sehingga dipastikan tidak ada pesta kembang api dan sudah disosialisasikan ke pengelola hotel anggota PHRI Cianjur untuk dipatuhi.
Sejak jauh hari pihaknya menggencarkan promosi diberbagai media termasuk media sosial untuk menarik minat wisatawan menginap dan menghabiskan libur akhir tahun di kawasan Puncak-Cianjur.
"Berbagai promosi termasuk diskon dan suguhan seni budaya saat pergantian tahun diberikan guna menarik minat wisatawan menghabiskan libur akhir tahun di Cianjur," katanya.
