Secara visual, hingga 27 Desember 2025, aktivitas hembusan asap dari Kawah Ratu teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian 5-80 meter dari dasar kawah. Sementara itu, Kawah Ecoma menghembuskan asap setinggi 5-40 meter.
Berkaca pada riwayat aktivitas pertengahan tahun ini, tepatnya periode Juni-Juli 2025, peningkatan gempa LF pernah mencapai puncaknya hingga 270 kejadian pada 3 Juni, yang saat itu diikuti oleh fenomena bualan lumpur di Kawah Ratu.
Atas dasar data terkini tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati area dasar kawah serta tidak berlama-lama di kawasan bibir kawah aktif.
"Jika teramati peningkatan intensitas hembusan asap atau tercium bau gas yang menyengat, masyarakat diminta segera menjauh demi keselamatan," ucap Lana.
Pemerintah Daerah dan BPBD Kabupaten Bandung Barat serta Subang diminta terus berkoordinasi intensif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu di Desa Cikole guna memantau perkembangan situasi yang dinamis ini.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi catat aktivitas gempa Gunung Tangkuban Parahu meningkat
