Bandung (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Bandung, Jawa Barat, melakukan rekayasa arus lalu lintas imbas dari banjir setinggi paha yang terjadi di beberapa titik Dayeuhkolot pada Jumat.
Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja menuturkan bahwa pihaknya saat ini merekayasa arus lalu lintas menuju Jalan Terusan Bojongsoang.
"Sementara sampai sore ini arus lalu lintas masih terputus karena. Jalan alternatif yang dapat dilewati adalah Jalan Terusan Bojongsoang," ujar AKP Triyono saat dihubungi di Bandung.
Dirinya juga menjelaskan bahwa beberapa titik mencakup jalan strategis yang merupakan jalan penghubung antarkecamatan, meliputi Metro Garmen dan depan Pasar Dayeuhkolot.
"Genangan tinggi ada di beberapa titik, seperti Metro Garmen dan Pasar Dayeuhkolot," tambahnya
Dalam pantauan ANTARA, lalu lintas hanya saat ini terputus baik roda dua atau roda empat. Sebagian besar pengendara lainnya memilih untuk enggan melintasi genangan banjir dan berbalik arah untuk mencari rute alternatif.
Beberapa kendaraan roda dua, bahkan roda empat, yang nekat melintas pun mengalami mogok di tengah genangan air dan memaksa mereka untuk mendorong kendaraannya hingga ujung genangan.
Sementara itu, Jalan Terusan Bojongsoang yang menjadi jalur alternatif mengalami kemacetan cukup parah dari kawasan sekitar Telkom University hingga Jalan Terusan Bojongsoang.
Sebelumnya, tiga kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak banjir hingga hari ini (5/12).
Adapun data terdampak banjir, yakni Dayeuhkolot sekitar 25.918 jiwa, Baleendah 5.579 jiwa, dan Bojongsoang sekitar 3.000 jiwa serta menyebabkan 162 kepala keluarga (KK) atau sekitar 457 jiwa harus dievakuasi ke tempat pengungsian guna menyelamatkan diri.
Bencana tersebut terjadi pada Kamis sore imbas dari intensitas hujan tinggi.
