Meski demikian, jumlah data yang dapat diakses secara terbuka (open data) mengalami fluktuasi. Open data meningkat dari 0 pada 2020 menjadi 3.949 pada 2021, sedikit menurun menjadi 3.883 pada 2022, kemudian turun drastis menjadi 273 pada 2023 dan 129 pada 2024.
Penurunan ini disebabkan keterbatasan SDM dalam pengelolaan portal serta proses pemilahan data yang dipublikasikan, sehingga akses publik terhadap data terbuka belum optimal.
Sementara itu, Bupati Majalengka Herman Suherman menilai Sumedang sebagai salah satu laboratorium tata kelola digital paling berhasil di daerah. sehingga pihaknya ingin memperkuat kapasitas digital daerah, terutama seiring berkembangnya kawasan strategis seperti BIJB Kertajati, Aerocity, dan kawasan industri baru.
“Kami datang bukan hanya untuk belajar, tetapi membangun kemitraan yang saling menguatkan. Pemerintahan berbasis data hanya akan berhasil jika kita membuka kolaborasi,” pungkasnya.
