Massa dari kalangan perempuan dan laki-laki itu mulai menggelar aksi di kawasan Simpang Lima kemudian berjalan kaki hingga Alun-alun Garut kawasan pusat kota Kabupaten Garut.
Massa membawa berbagai atribut bendera Indonesia dan Palestina, kemudian membawa spanduk dan karton bertuliskan berbagai tuntutan untuk kebebasan rakyat Palestina.
Koordinator Aliansi Selamatkan Al Aqsa Garut, Rahmat Kurnia, mengatakan, aksi yang digelar bersama para umat Islam di Garut itu sebagai bentuk solidaritas dan mengajak umat di dunia untuk kemerdekaan Palestina.
"Jangan biarkan warga Palestina semakin terpuruk," kata Rahmat.
Ia mengatakan, umat Islam di dunia, termasuk Indonesia memiliki kewajiban untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.
Menurut dia, kebebasan maupun kemerdekaan merupakan hak semua orang, termasuk bukan muslim juga harus mendukung kemerdekaan setiap manusia.
"Mereka (rakyat Palestina) terjajah di negeri sendiri, Pemerintah Indonesia pun memberikan dukungan dan mengecam aksi Israel," katanya.
Seorang peserta aksi solidaritas, Anggi, mengatakan, tindakan penutupan Masjid Al Aqsa menyangkut harga diri dan martabat kaum muslimin.
Segala hal buruk yang dialami rakyat Palestina, kata dia, merupakan persoalan dan tanggung jawab semua muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia.
"Aksi ini untuk mengingatkan serta mengajak masyarakat untuk peduli dan membela Palestina," katanya.
Selain menggelar aksi jalan kaki dan berorasi, para peserta aksi juga menggelar doa bersama untuk keselamatan dan kemerdekaan rakyat Palestina.
Aksi damai itu berjalan lancar dengan pengawalan kepolisian hingga akhirnya massa membuarkan diri dengan tertib.
Pewarta: Feri P: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.