Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut mulai memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan keracunan makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan ratusan siswa mengeluhkan sakit sehingga harus menjalani perawatan medis di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi saja," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin saat dihubungi wartawan di Garut, Jumat.

Ia menuturkan kepolisian sudah melakukan penanganan dalam peristiwa dugaan keracunan makanan yang menyebabkan ratusan siswa harus menjalani perawatan medis.

Kepolisian, kata dia, sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi seperti penjaga sekolah, kemudian pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG di daerah tersebut.

"Iya, ada beberapa saksi dimintai keterangan. Ada enam atau beberapa itu," katanya.

Ia menyampaikan pihak kepolisian juga melakukan uji laboratorium sampel makanan yang dikonsumsi pasien korban keracunan untuk mengetahui secara pasti penyebabnya.

Sambil menunggu hasil laboratorium itu, kata dia, pihaknya terus mengumpulkan keterangan, termasuk juga nanti meminta keterangan dari pihak sekolah dan sebagainya.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026