Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memfokuskan penanganan cepat terhadap penderita Tuberkulosis atau TBC pada anak dengan cara melakukan pemeriksaan dini dan memberikan pendampingan pengobatan sampai tuntas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cianjur Frida Layla Yahya di Cianjur, Rabu, mengatakan pada tahun 2022 tercatat 2.395 anak menderita TBC dan tahun 2023 angkanya naik menjadi 2.587.
"Pada tahun 2024 kembali mengalami kenaikan mencapai 3.096 anak, sedangkan tahun 2025 dari Januari hingga Juli tercatat ada 1.802 anak terkena TBC, sehingga dalam empat tahun terakhir totalnya mencapai 9.880 anak," katanya.
Dari ribuan penderita TBC anak di Cianjur, ungkap dia, 18 orang di antaranya meninggal dunia, namun pihaknya belum dapat memastikan penyebabnya apakah karena pengobatan yang tidak tuntas atau ada faktor lain, sehingga diperkirakan jumlah tersebut akan terus meningkat hingga akhir tahun.
Untuk menekan kasus TBC pada anak di Cianjur, pihaknya bersama pemerintah daerah melakukan berbagai cara, termasuk menggencarkan pemeriksaan dini dengan meminta keluarga penderita TBC rutin melakukan cek kesehatan di rumah sakit atau puskesmas tanpa dipungut biaya.
"Bagi penderita harus melakukan pengobatan rutin dan tuntas minimal enam bulan tanpa putus, karena berisiko kalau tidak sampai selesai," katanya.
Dia menjelaskan selama ini banyak penderita TBC yang baru tahu terjangkit setelah melakukan pemeriksaan kesehatan, sehingga menularkan penyakit tersebut kepada anggota keluarga lainnya termasuk kepada anak.
"Jadi kami meminta masyarakat rutin melakukan cek kesehatan guna memastikan kondisi tubuh tidak tertular penyakit, sehingga ketika diketahui mengidap penyakit dapat dilakukan penanganan cepat, sehingga tidak menular pada anggota keluarga lainnya," kata dia.
Sedangkan untuk memberikan pelayan cepat dalam penanganan TBC di Cianjur, pihaknya melibatkan tenaga kesehatan di setiap puskesmas guna memberikan pelayanan cek kesehatan gratis termasuk melakukan pelayanan langsung ke rumah warga penderita TBC.
"Kami meminta warga ikut serta mencegah penyakit TBC dengan menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dan bagi penderita harus meminum semua obat sesuai resep, sampai dokter memberikan arahan pengobatan selanjutnya," kata Frida.
