Garut (ANTARA) - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar) sudah turun langsung untuk menangani masalah kematian seorang siswa SMA Negeri di Kabupaten Garut dengan memintai keterangan pihak keluarga, maupun sekolah terkait penyebab siswa tersebut mengakhiri hidupnya.

"Kami akan memfasilitasi untuk bertemu orang tua dengan sekolah, saya ingin ada pertemuan difasilitasi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Garut dan Provinsi Jawa Barat," kata Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Garut, Dinas Pendidikan Jabar Aang Karyana saat dihubungi wartawan di Garut, Kamis.

Ia menuturkan Disdik Jabar sudah mendapatkan informasi adanya seorang siswa SMA Negeri di Garut yang meninggal dunia dengan dugaan penyebabnya adanya perundungan di sekolah.

Adanya dugaan itu, kata dia, Disdik Jabar maupun berbagai pihak lainnya dari kementerian, dan Dinas PPA sampai saat ini masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian siswa tersebut.

Namun untuk memeriksa pihak keluarganya, lanjut dia, belum dilakukan lebih dalam karena masih berduka, dan menunggu waktu yang tepat untuk penanganan lebih lanjut.

"Mungkin nanti kalau sudah tepat, kita akan mengikuti saja langkah yang dilakukan pemerintah, karena semua ini sudah turun semua," katanya.

Ia mengungkapkan hasil informasi yang dihimpun dari sejumlah pihak bahwa kasus tersebut belum menemukan adanya unsur perundungan yang menyebabkan siswa tersebut mengakhiri hidupnya.

"Untuk sementara memang belum ditemukan adanya unsur pem-'bully'an itu," katanya.

Namun adanya kejadian itu, kata dia, menjadi pelajaran di dunia pendidikan untuk menjadi lebih baik ke depannya.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026