Garut (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 1,5 ton untuk korban bencana alam banjir bandang di Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, untuk meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat.
"Kami memberikan bantuan beras kurang lebih 1,5 ton untuk diberikan ke masyarakat yang terdampak bencana," kata Kepala DKP Kabupaten Garut Yani Yuliani saat pelaksanaan penyaluran beras bagi warga terdampak bencana banjir di Desa Haurpanggung, Rabu.
Ia menuturkan penyaluran bantuan pangan untuk korban bencana alam itu bersamaan dengan agenda reses anggota DPRD Kabupaten Garut yang digelar di Kantor Desa Haurpanggung dihadiri masyarakat dan perwakilan korban banjir.
DKP Garut, kata dia, selama ini terus siap siaga 24 jam untuk mendistribusikan bantuan kebutuhan pangan bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana alam.
"Ada tim bidang distribusi dari Dinas Ketahanan Pangan yang harus selalu siap 'on call' 24 jam, bagi kami tidak ada kata nanti dulu untuk pelayanan ke masyarakat," katanya.
Ia menyampaikan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut itu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana alam di kawasan pemukiman penduduk Cimacan, Desa Haurpanggung.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat di tengah bencana banjir bandang yang menggenangi rumahnya.
"Banyaknya relatif, paling tidak bisa membantu beberapa hari ke depan yang mekanismenya diserahkan ke desa," katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan mengatakan agenda resesnya melibatkan dinas terkait untuk turun langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir di Desa Haurpanggung.
Ia menyampaikan sengaja menggelar reses di hari pertama di daerah yang terdampak bencana banjir bandang untuk bisa mendengarkan langsung persoalan dan keinginan masyarakat terutama dalam mengatasi banjir bandang.
"Saya utamakan reses ini di daerah yang terdampak bencana, dan alhamdulillah dibantu ada dari Disdukcapil, Dinkes untuk pengobatan gratis, dan Dinas Ketahanan Pangan," katanya.
Ia mengatakan dari DKP Garut menyalurkan bantuan beras sebanyak 1,5 ton yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak banjir bandang sebanyak 335 kepala keluarga.
Selain bantuan beras, kata dia, ada juga bantuan pelayanan kesehatan bagi korban banjir, dan dari BPBD Garut menurunkan mesin penyedot air untuk membersihkan genangan air sisa banjir.
"Dalam kesempatan reses ini kami lebih leluasa untuk mencatat aspirasi dari masyarakat seperti masalah gorong-gorong, ada kebutuhan kirmir untuk atasi aliran air," katanya.*
