"Tim Raskin Kabupaten/Kota harus kerja keras melakukan edukasi terhadap penerima e-voucher. Hal ini perlu untuk menghindari disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Kepala Bulog Jabar Alip Afandi di Bandung, Senin.
Menurut Alip, Bulog akan berkerja keras mensosialisasikan penggunaan e-voucher mengingat perilaku masyarakat selama ini masih bertransaksi secara manual atau dengan sistem tunai.
"Kami khawatir kartu e-voucher itu dititipkan kepada orang karena penerimanya tidak paham menggunakan program bantuan berbasis ponsel itu," katanya.
Ia menyebutkan perlu waktu bagi masyarakat dalam menggunakan e-voucher, karena selama ini masyarakat mereka bertransaksi secara manual.
Sedangkan untuk wilayah yang jauh dari pasokan distribusi gas 3Kg , Bulog akan mendirikan Distribusi Center (DC) di setiap Kabupaten/ Kota Jawa Barat guna memutus mata rantai distribusi yang panjang.
"Rencana besar ke depannya, kita akan mendirikan DC untuk memudahkan distribusi bahan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Kepala Bulog Jabar itu menambahkan. (*)
Pewarta: Syarif AbdullahUploader : Isyati Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.