Sementara itu, pasar juga tengah mencermati kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan memberlakukan tarif timbal balik baru pada 2 April 2025, yang berpotensi memicu ketegangan dagang lanjutan dan mendongkrak permintaan aset lindung nilai seperti emas.
Dengan harga emas berada di kisaran 3.022-3.025 dolar AS per ons, investor dapat mempertimbangkan pembelian bertahap untuk emas spot.
Untuk emas berjangka, area masuk potensial berada di level 3.025-3.030 dolar AS per ons. Alokasi modal yang disarankan adalah sekitar 5-10 persen dari total portofolio, guna menjaga keseimbangan risiko dan potensi imbal hasil.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Analis: Emas tetap jadi primadona di tengah gejolak geopolitik