Cianjur (ANTARA) - Arus kendaraan mudik masih mendominasi lalu lintas di jalur utama Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hari pertama Lebaran 2025, Senin, terutama pemudik jarak dekat yang berbaur dengan masyarakat setempat beraktivitas silaturahim pada Idul Fitri 1446 Hijriah.
Arus kendaraan melintas di jalur utama Cianjur mengalami penurunan dibandingkan dengan beberapa hari sebelum Lebaran di mana antrean tidak terlalu panjang dengan laju kendaraan tersendat terlihat di sejumlah tempat hingga Senin petang.
Antrean terlihat mulai dari pertigaan Hanjawar, Kebun Raya Cibodas, dan depan Pasar Cipanas. Kendaraan yang mendominasi milik warga lokal dan berbaur dengan pemudik jarak dekat yang terlambat pulang kampung dengan sepeda motor.
Ratusan petugas gabungan di pos pengamanan di sepanjang jalur Puncak-Cipanas dan kota Cianjur sempat melakukan sejumlah rekayasa guna menghindari terjadi macet panjang di lokasi rawan, dengan mengalihkan arus ke sejumlah jalur alternatif dan penyekatan.
Volume kendaraan menuju tempat wisata di sepanjang jalur Puncak-Cipanas mengalami peningkatan di mana sebagian besar masyarakat menggelar halalbihalal bersama keluarga besar, seperti di Kebun Raya Cibodas.
Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Hardian Ardianto mengatakan hari pertama Lebaran arus kendaraan yang melintas menurun dibandingkan dengan beberapa hari sebelum Lebaran. Di sejumlah tempat, volume kendaraan meningkat didominasi warga lokal yang hendak silaturahim.
Arus kendaraan yang cukup padat terlihat di jalur utama Puncak-Cianjur dan Jalan Raya Bandung-Cianjur di depan Pasar Ciranjang. Namun, di sejumlah lokasi rawan, tidak terjadi antrean panjang kendaraan yang menyebabkan kemacetan.
"Arus kendaraan yang melintas terlihat normal lancar meski tersendat di sejumlah titik namun tidak menyebabkan kemacetan, meski didominasi kendaraan warga lokal, masih terlihat pemudik dengan sepeda motor melintas di jalur utama Cianjur," katanya.
Pihaknya memprediksi volume kendaraan meningkat pada hari kedua Lebaran atau Selasa (1/4) dengan tujuan objek wisata di Cianjur.
Oleh karena itu, sejumlah upaya antisipasi dilakukan petugas, termasuk rekayasa arus yang akan diberlakukan jika terjadi antrean dengan kendaraan yang sampai terhenti.