Banjir setinggi kurang lebih satu meter itu menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun empat tidak dapat melintas.
Arus kendaraan dari arah Cicalengka menuju Bandung maupun sebaliknya terpaksa memutar arah melalui jalan raya Nagreg-Parakanmuncang.
"Sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan mobil, apalagi sepeda motor," kata Dani warga Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka.
Ia mengatakan banjir tersebut disebabkan Sungai Citarik meluap ke jalan yang sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Bandung bagian timur.
Banjir tersebut, lanjut dia, sudah terjadi bertahun-tahun, meskipun jalan sudah ditinggikan tetap saja banjir.
"Banjir di Citarik ini bukan sekali dua kali, tapi sudah bertahun-tahun, dan belum terselesaikan sampai sekarang," katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengatasi masalah banjir tersebut agar tidak menggangu akses jalan.
Selain itu, harap Dani, pemerintah juga dapat memperbaiki Sungai Citarik yang terlihat sudah dangkal dan menyempit.
"Pemerintah harus cepat tanggap, banjir di Citarik ini jangan terkesan seperti dibiarkan pemerintah," katanya.
Pewarta: Feri Purnama: Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.