"Calon yang diusung PPP di Pilkada Tasikmalaya itu bukan masalah bertarung, jadi tidak ada istilah menang atau kalah. Tapi saya optimisis Pak Uu bisa diterima 1.000 persen bisa diterima atau disetujui," kata Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPW PPP Jawa Barat Lucky L Trenggana, di Bandung, Kamis.
Ia menuturkan, eksistensi partai berlambang Ka'bah di Kabupaten Tasikmalaya bukan hanya terbesar di tingkat Provinsi Jawa Barat namun juga di tingkat nasional.
"Jadi memang yang memberikan suara paling besar di seluruh kota/kabupaten itu adalah di Tasikmalaya. Keberadaan di Tasikmalaya itu harga diri bagi Partai Persatuan Pembangunan," kata dia.
Sementara itu, Sekretaris DPW PPP Jawa Barat Pepen Syaeful Hidayat menambahkan pihaknya akan terus melakukan konsolidasi dengan partai pengusung dan DPD PPP Kabupaten Tasiklamaya terkait pelaksanaan pilkada di daerah tersebut.
"Jadi nanti kami akan melakukan konsolidasi tentang bagaimana menyiapkan strategi yang masif untuk pilkada serentak ini, utamanya Pilkada Tasikmalaya," kata Pepep.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan lebih menggencarkan tentang sosialiasi referendum pada Pilkada Kabupaten Tasikmalaya agar pemilih bisa tepat menyalurkan hak pilih atau suaranya.
"Bagi kami Pilkada Tasikmalaya 2015 ini sangat riskan karena ini bukan soal coblos foto atau no urut pasangan saja," kata dia.
"Karena kalau ada pemilih nyoblos di gambar tidak di kolom 'setuju' atau 'tidak setuju' apakah itu dikatakan tidak sah. Nah, apakah suara tidak sah itu dikategorikan 'setuju' atau 'tidak setuju'," kata dia.
Pewarta: Ajat: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.