"Kami menyambut baik program BRT ini, tapi kan yang terdampak ada seperti PKL, sopir angkot, juru parkir, dan sebagainya. Ini harus benar-benar dihitung, sehingga bisa diminimalisir kerugian terhadap masyarakat terdampak," ujar Buky.

Buky berharap, masyarakat Bandung Raya bisa beralih dari budaya naik kendaraan pribadi menjadi naik kendaraan umum. Karenanya, transportasi umum yang akan hadir harus nyaman, tidak sumpek, tidak macet, murah, dan tepat waktu.

"Saat ini dalam pikiran mereka naik angkutan umum itu macet, sumpek dan sebagainya, itu tidak boleh. Jadi harus tertanam di masyarakat bahwa naik angkutan umum itu nyaman, efisien dan tepat waktu," kata Buky menambahkan.