Presiden menuturkan saat ini Bandara Kertajati sudah digunakan sebagai bandara embarkasi haji yang melayani sekitar 8.000 haji dari tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat.
Kemudian, Bandara Kertajati juga melayani penerbangan umrah sebanyak empat kali seminggu serta penerbangan internasional dari Kuala Lumpur dengan frekuensi dua kali sepekan.
Per 28 Mei 2023, Bandara Kertajati sudah kembali beroperasi dengan melayani penerbangan haji dan umrah.
Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Bandung Acuviarta Kartabi mengatakan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar keberadaan Tol Cisumdawu bisa berdampak optimal, khususnya Bandara Kertajati dan daerah penunjangnya, yakni Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Majalengka.
Hal yang pertama ialah dibutuhkan akses tambahan dari arah Bandung Raya menuju ke Tol Cisumdawu.
Akses ini diperlukan mengingat padatnya arus lalu lintas di wilayah Bandung Raya sehingga harus ada jalan lingkar atau ring road untuk menuju ke tol tersebut.
Lalu untuk akses dari selatan Jawa Barat, bisa dikoneksikan dengan Jalan Tol Getaci atau Gedebage--Tasikmalaya--Cilacap dengan Tol Cisumdawu.
Dari sisi ekonomi, keberadaan Tol Cisumdawu juga akan mendorong mobilitas transportasi udara, seperti jumlah kunjungan wisatawan menuju ke Jawa Barat, termasuk wilayah Jawa Tengah, yang secara lokasi jauh lebih dekat ke Bandara Kertajati dibandingkan ke Solo.
Tol Cisumdawu, lanjut Acu, juga bisa mengoptimalkan potensi ekonomi di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka, tempat beradanya Bandara Kertajati.
Terkait tarif tol, harus dievaluasi ulang karena akses menuju Tol Cisumdawu lebih banyak digunakan oleh masyarakat dibandingkan pelaku industri.