Antarajawabarat.com,22/9 - Dewan Teh Indonesia menyatakan 75 persen teh Indonesia ada di Jawa Barat, sehingga adanya festival teh seperti West Java Tea Festival 2013 diharapkan mampu mengembalikan kejayaan teh Indonesia.
"Apalagi dalam 10 tahun terakhir, posisi teh Indonesia turun dari posisi 2 menjadi posisi 7 dunia," kata Ketua Umum Dewan Teh Indonesia Rahmat Badruddin pada puncak acara West Java Tea Festival 2013 di Jalan Cikapundung Kota Bandung, Minggu.
Rahmat menjelaskan, selama 20 tahun terakhir ini, di Indonesia lebih banyak suplai teh daripada konsumsi. Namun dalam delapan tahun terakhir di dunia, terjadi ledakan konsumsi yang berasal dari China dan India.
"Di kedua negara itu, kebiasaan minum teh sangat luar biasa. Bahkan di setiap mobil taksi ada suguhan teh hijau," kata dia.
Menurut dia, Kementerian Pertanian akan menggelontorkan anggaran untuk membangun teh Indonesia, khususnya yang ada di Jawa Barat.
"Ada 75 persen produsen teh merupakan perkebunan rakyat yang harus dibangkitkan kembali. Apalagi teh Indonesia memiliki kualitas terbaik. Hanya saja promosinya masih minim," ujar dia.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan kalau berbicara teh Indonesia, itu berarti membicarakan teh Jawa Barat, apalagi teh merupakan komoditi yang sudah sangat lawas dan banyak dikelola oleh masyarakat.
"Di negara lain, ekspansi pengembangan perkebunan teh sangat luar biasa. Seperti di Vietnam yang terus menerus menambah luasan lahan perkebunan tehnya," kata dia.
Pengembangan perkebunan teh, menurut Heryawan sangat dipengaruhi tingkat konsumsi di tingkat lokal, dimana di China dan India, produksi teh banyak diserap oleh pasar lokal.
"Kita harus membenahi teh Jawa Barat. Karena kejayaan teh Indonesia tetgantung pada pembangunan teh di Jawa Barat," kata Heryawan.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan, untuk membenahi teh Jawa Barat, dimulai dari hulu hingga hilir.
"Kita mulai dari perbaikan perkebunan teh rakyat yang mendominasi cakupan produksi teh Jawa Barat. Demikian juga dengan hilir berupa produk yang dikemas menarik. Untuk itu di setiap hotel berbintang harus ada suguhan teh Jawa Barat," ujarnya.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Arief Santosa menyatakan, saat ini
Konsumsi teh Indonesia baru mencapai 300 gram/kapita/tahun.
"Jumlah itu sangat jauh dibanding rata-rata konsumsi teh dunia yang mencapai 2.000 gram/kapita/tahun," kata Arief.
Untuk itu pihaknya menargetkan untuk kedepan tingkat konsumsi menjadi 500 gram/kapita/tahun.***3***
Ajat S