"Berdasarkan komoditas, penyumbang terbesar inflasi tahunan Maret 2023 di antaranya bensin dengan andil 1,09 persen, beras 0,35 persen, dan rokok kretek filter 0,21 persen," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2023 di Jakarta, Senin.
Sementara berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan terbesar terjadi pada kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 13,72 persen (yoy) dan memberikan andil inflasi sebesar 1,64 persen.
Jika dilihat dari tren, inflasi tahunan pada Maret 2023 menurun dari level 5,28 persen (yoy) pada Januari 2023 dan 5,47 persen (yoy) pada Februari 2023.
Berdasarkan wilayah, ia menyebutkan secara umum dari 90 kota IHK, seluruh kota mengalami inflasi secara tahunan dan terdapat 26 kota mengalami inflasi tahunan yang lebih rendah dari inflasi nasional, serta 60 kota mengalami inflasi tahunan yang lebih tinggi dari inflasi nasional.
Inflasi tahunan Maret 2023 tertinggi terjadi di Kota Tual, Maluku sebesar 7,49 persen (yoy), dengan komoditas penyumbang inflasi di antaranya adalah tarif angkutan udara, bensin, ikan segar, serta nasi dengan lauk. Sementara kota dengan tingkat inflasi tahunan terendah pada bulan lalu yaitu Merauke, Papua sebesar 3,17 persen (yoy).
Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi mencapai 0,18 persen pada Maret 2023 dibanding Februari (month-to-month/mtm) yang sebesar 0,16 persen (mtm).
Inflasi bulanan tersebut terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,16 menjadi 114,36.
Dengan demikian, inflasi bulan lalu tercatat 4,97 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) dan 0,68 persen dibanding akhir tahun sebelumnya (year-to-date/ytd).
Pewarta: Agatha Olivia VictoriaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.