Sumedang (ANTARA) - Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Serubur Kementerian Pertanian bersama Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) mengembangkan inovasi pertanian di kawasan transmigrasi Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dengan target meningkatkan produktivitas padi hingga lima ton per hektare.
Koordinator BPP Serubur Kementerian Pertanian, Benyamin Unwakoli mengatakan pengembangan tersebut dilakukan melalui penerapan inovasi budi daya dan teknologi pengairan untuk mengoptimalkan produksi padi, terutama saat musim kemarau.
"Inovasi sendiri dilakukan melalui optimalisasi teknologi pengairan. Kalau irigasi teknis sudah tersedia, kita harus mulai bermain di kelas bukan lagi dua ton, tetapi tiga, empat, bahkan lima ton," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Sumedang, Jawa Barat, Senin.
Salah satu inovasi yang diterapkan yakni sistem minapadi yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman padi dalam satu ekosistem produksi.
Metode tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan sekaligus memberikan tambahan sumber pendapatan bagi petani.
Selain minapadi, BPP Serubur dan Unpad mendampingi petani menerapkan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang dengan menyesuaikan kondisi air berdasarkan kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan.
Penerapan inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi di kawasan Bomberay-Tomage yang masih menghadapi ketergantungan terhadap curah hujan.
Pada musim tanam kedua, hasil panen di SP1 Bimajaya dan Wamar hanya mencapai 1,1 hingga 1,6 ton per hektare berdasarkan pengukuran ubinan bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan potensi produksi normal yang mencapai 2,5 hingga 3 ton per hektare dengan kondisi kemarau dan keterbatasan air menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas lahan di kawasan tersebut.
Untuk mendukung pengairan, BPP Serubur berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan alokasi BBM bersubsidi bagi petani yang menggunakan pompa.
Pemerintah juga mematangkan usulan pembangunan irigasi saluran tertutup menggunakan pompa bertenaga surya senilai Rp159 juta.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.