Antarajawabarat.com,20/5 - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat menyatakan sejumlah harga sembilan bahan pokok mulai mengalami kenaikan sekitar lima persen walaupun pemerintah belum memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Catatan kami hingga saat ini, harga sejumlah barang khususnya harga sembako sudah mengalami kenaikan dengan kisaran lima persen," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan di Gedung Sate Bandung, Senin.
Diprediksi, kata Ferry, kenaikan harga sembako tersebut akan terus berlanjut hingga ada penetapan kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah pusat.
"Jadi kenaikan harga tersebut terjadi karena pemerintah pusat belum segera menetapkan kenaikan harga BBM," kata dia.
Ia menuturkan Disperindag Jawa Barat sendiri tidak bisa memprediksi puncak kenaikan harga kebutuhan pokok yang akan terjadi padahal jika langsung dinaikkan maka kemungkinan besar kenaikannya sekitar lima hingga 10 persen.
Pihaknya juga menilai kenaikan harga tersebut terjadi akibat spekulasi oknum pedagang dan produsen.
"Para pedagang itu berupaya mencari untung dengan alasan persiapan kenaikan harga BBM," kata Ferry.
Ia menuturkan kenaikan juga terjadi karena terjadi aksi penimbunan khususnya terhadap barang-barang yang bisa bertahan lama.
"Jadi stok yang ditimbun lantas dikeluarkan setelah ada penetapan kenaikan harga BBM. Biasanya pedagang menaikkan harga dulu karena harus tambah modal katanya," katanya.
Kenaikan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Bandung di antaranya adalah telur ayam dari Rp15.500 per kilogram menjadi Rp17.500 per kilogram, cabai merah kriting dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, gula putih dari Rp11.000 menjadi Rp 12.500 per kilogram dan kentang dari Rp6.000 menjadi Rp7.500 per kilogramnya.
Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku tidak bisa berbuat banyak karena kebijakan kenaikan harga BBM merupakan kewenangan pemerintah pusat tapi pihaknya meminta masyarakat untuk tidak resah karena pemerintah pusat telah menyiapkan kebijakan kompenasasi dari kenaikan harga BBM tersebut.
"Sampai saat ini, kami hanya bisa menunggu keputusan yang pasti sudah ada langkah antisipasi dari kenaikan tersebut," kata Heryawan. ***3***
(U.KR-ASJ/B/Farochah/Farochah) 20-05-2013 12:42:10
