Ketua E-Sport Indonesia Kota Bandung ingin maksimalkan peran perbankan
Senin, 16 Januari 2023 17:01 WIB

Ilustrasi. Atlet Esport Timnas Indonesia Randy Muhammad Sapoetra bertanding melawan Timnas Filipina pada Grand Final cabang DOTA 2 dalam International Esports Federation (IESF) Bali 14th World Esports Championship 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (10/12/2022). Timnas DOTA 2 Indonesia berhasil menjuarai kejuaraan dunia Esport tersebut setelah mengalahkan Timnas Filipina dengan skor 3-2 pada pertandingan Grand Final. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj)
Hal itu diperkuat dengan laporan Limelight Networks yang mencatat 69,2 persen masyarakat kini lebih memilih bermain gim dibandingkan menonton televisi dan film untuk konten hiburan.
Pelaku atau penikmat industri ini didominasi oleh warga milenial di rentang usia 13 hingga 35 tahun.
Stigma negatif yang dulu melekat kini berubah dan bisa menjadi karir yang menjanjikan. Orang tua tak sedikit yang mendukung agar anaknya bisa menjadi atlet atau pro player.
Satu dari sekian banyak alasannya tentu pundi-pundi uang yang bisa diraih.
Salah satu contohnya, berdasarkan data Eschart, saat ini Kenny Deo atau Xepher dari Tim T1 ini masih menjadi pemain dengan pendapatan tertinggi.