"Terakhir kami temukan ada namanya 'buli-buli' atau 'klentingan'," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Selasa.
Tim psikologi forensik menduga "buli-buli" atau "klentingan" itu merupakan salah satu yang dianggap benda-benda untuk ritual.
Meski demikian, Hengki mengatakan, temuan tersebut tidak banyak berpengaruh terhadap penyidikan. Fokus tim penyidik adalah menentukan apakah ada unsur pidana atau tidak dalam peristiwa tersebut.
"Tugas kami hanya menentukan ada pidana atau tidak," ujar Hengki.
Hengki mengatakan, penyidik telah mengantongi penyebab kematian satu keluarga yang beranggotakan empat orang tersebut.
Meski demikian hasil lengkap investigasi gabungan antara polisi, tim forensik, psikolog dan tim ahli lainnya akan diumumkan pada Jumat (9/12).
Pewarta: Fianda Sjofjan RassatEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026