Langkah PrimKopti Ciamis terapkan harga acuan Pemerintah, lindungi 130 perajin dari fluktuasi

  • Senin, 13 April 2026 13:58

Pengurus Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PrimKopti) Ciamis memperlihatkan kedelai impor di Gudang PrimKopti Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Kopti Ciamis menghabiskan sekitar satu ton kedelai impor per hari untuk kebutuhan 130 anggota perajin tahu dan tempe serta menerapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp11.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

Pengurus Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PrimKopti) Ciamis menimbang kedelai impor di Gudang PrimKopti Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Kopti Ciamis menghabiskan sekitar satu ton kedelai impor per hari untuk kebutuhan 130 anggota perajin tahu dan tempe serta menerapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp11.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

Pengurus Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PrimKopti) Ciamis mengemas kedelai impor di Gudang PrimKopti Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Kopti Ciamis menghabiskan sekitar satu ton kedelai impor per hari untuk kebutuhan 130 anggota perajin tahu dan tempe serta menerapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp11.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

Pengurus Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PrimKopti) Ciamis menimbang kedelai impor di Gudang PrimKopti Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Kopti Ciamis menghabiskan sekitar satu ton kedelai impor per hari untuk kebutuhan 130 anggota perajin tahu dan tempe serta menerapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp11.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

Berita Terkait