Kenaikan harga telur ayam juga dirasakan para pedagang kecil atau pengecer. Salah satunya Aksa (48) yang mengaku terbebani tingginya harga telur ayam. Kenaikan harga yang terjadi saat ini berpengaruh terhadap penurunan daya beli masyarakat.
"Omzet penjualan turun drastis karena harga telur yang semakin tinggi. Saya belanja ke agen untuk dijual lagi ke warung. Dari agen saja paling murah Rp30-32 ribu per kilogram, ini terasa berat, konsumen berkurang karena jadi enggan membeli," katanya.
Aksa khawatir kenaikan harga tersebut akan terus terjadi hingga menjelang Nataru terlebih berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tren kenaikan harga terus berlangsung hingga menjelang pergantian tahun bahkan kadang berlanjut hingga awal tahun depan.
"Biasanya belanja modal beli telur Rp24 ribu sekilo sekarang sudah Rp30an ribu. Semoga pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga agar jualan saya kembali ramai dan daya beli masyarakat juga kembali stabil," katanya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Gatot Purnomo memastikan pemerintah daerah melakukan intervensi pasar untuk menekan kenaikan harga komoditas pangan termasuk telur ayam.
"Sesuai instruksi Bupati untuk mencegah inflasi juga, kami segera sidak pasar guna menstabilkan kembali harga komoditas bahan pangan yang mengalami kenaikan," katanya.
Harga telur ayam di Bekasi naik menjelang Natal dan Tahun Baru
Senin, 5 Desember 2022 11:08 WIB

Distributor telur ayam PT Amalia Bintang asal Kampung Utan, Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).