Namun, kini kawasan tersebut sudah lebih nyaman, bahkan terdapat permainan anak, tempat ibadah, tempat bilas, toilet, dan juga areal berpasir yang lebih baik.
Penataan
Pantai Kejawanan Kota Cirebon, Jawa Barat, masuk dalam kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan yang berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pada saat pandemi COVID-19 seluruh kawasan tersebut ditutup, terutama untuk kunjungan warga yang akan berwisata.
Selain perintah dari KKP untuk dilakukan penutupan, Pantai Kejawanan juga sedang bersolek dengan menata dan membangun sejumlah fasilitas penunjang, seperti dermaga, pemecah ombak, serta penataan kawasan, yang dahulu hanya ada tumpukan sampah kini menjadi areal wisata.
Kini kawasan itu sudah makin menawan dan memanjakan wisatawan yang akan menghilangkan lelah.
Meskipun keindahannya belum menyamai pantai yang ada di Lombok, Bali, maupun Pangandaran, yang rata-rata memiliki pasir putih, Pantai Kejawanan memiliki ciri khas pantai yang berada di utara, dengan pasir hitam dan lumpur. Akan tetapi, kondisi alam seperti inilah yang membuatnya tampak unik dan eksotis. Tetap cantik ketika dinikmati dengan sanak famili.
Bahkan, setiap warga yang datang, pasti akan kaget dengan wajah baru, apalagi warga sekitar Cirebon yang memang akrab dengan kesan kumuh Pantai Kejawanan sebelum dilakukan penataan.
Kawasan tersebut kini menjadi alternatif wisata yang ada di Kota Cirebon. Pada awal pembukaan jumlah wisatawan langsung membeludak sehingga kawasan itu tidak dapat menampung antusiasme masyarakat.
"Kawasan PPN Kejawanan memang dirancang untuk dibangun menjadi tempat wisata bahari kerakyatan, yang tiketnya pun murah," kata Sub Koordinator Tata Kelola dan Pelayanan Usaha PPN Kejawanan Kota Cirebon Sri Handayani.