ANTARAJAWABARAT.com,21/8 - Perilaku kurang disiplin pemudik khususnya pengguna sepeda motor menjadi penyebab kemacetan dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur utama mudik Lebaran 2012 di Jabar.

"Kemacetan di Pantura dan selatan memang karena jumlah kendaraan yang melintas di jalur itu padat, selain itu diperparah oleh sikap kurang disiplin saat berkendaraan khususnya pemudik bersepeda motor," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul ketika dihubungi dari Bandung, Selasa.

Menurut dia, Kabid Humas Polda Jabar telah melakukan evalusai pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya pada hingga Hari Lebaran. Hal itu dilakukan untuk melakukan antisipasi dan menetapkan strategi untuk mengamankan arus balik yang sudah mengalir sejak Selasa pagi.

Dalam beberapa kasus, kata dia pengendara kurang disiplin dalam mengantri sehingga mengemudi secara zigzag di sela-sela kemacetan.

Bahkan beberapa pemudik juga merusak barikade atau pembatas yang dibuat oleh polisi sehingga putaran itu digunakan oleh pemudik untuk masuk ke jalur kanan dan menentang arus dari arah yang berlawanan.

"Kondisi itu jelas sangat membahayakan, baik pemudik maupun kendaraan dari awah yang berlawanan. Diharapkan pada arus balik nanti pemudik sepeda motor bisa lebih sabar dan disiplin agar selamat sampai tujuan," katanya.

Kabid Humas Polda Jabar menyebutkan, pihaknya sudah mengerahkan kekuatan untuk mengamankan dan melancarkan arus mudik, termasuk dengan memaksimalkan pengaturan di jalur alternatif.

Namun jumlah kendaraan yang meningkat luar biasa tahun ini, membuat semua jalur padat dan terjebak kemacetan yang diperparah dengan sikap pengendara yang kurang disiplin.

Terkait tingginya angka kecelakaan lalu lintas, menurut Martinus faktor penyebabnya antara lain faktor kendaraan yang kelebihan beban sehingga menimbulkan keseimbangan.

"Sepeda motor tidak cocok untuk bagasi berlebih, kecelakaan lalu lintas sebagian besar akibat kelebihan beban yang mengakibatkan ketidakseimbangan. Kami mengimbau agar pengendara motor mengurangi beban kendaraan yang berlebihan," katanya.

Faktor lain penyebab kecelakaan lalu lintas adalah akibat faktor manusia yakni kelelahan atau tidak disiplin, faktor sarana prasarana seperti rambu yang terbatas serta faktor cuaca seperti hujan dan angin kencang.

"Sebagian besar faktor penyebab kecelakaan lalu lintas adalah faktor kelalaian pengendara sehingga tidak bisa mengantisipasi, sebagian besar melibatkan pengendara sepeda motor," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kabis Humas Polda Jabar mengimbau pemudik untuk mematuhi peraturan lalu lintas, disiplin saat memacu kendaraan dan mengutamakan keselamatan.

Sementara itu data jumlah kecelakaan lalu lintas di jalur mudik Jabar pada Operasi Ketupat Lodaya 2012 yakni 239 kejadian dan mengakibatkan 52 orang meninggal dunia, 90 luka berat, 177 luka ringan, serta mengakibatkan kerugian materil senilai Rp485,75 juta.

Jumlah kecelakaan tertinggi di wilayah Garut sebanyak 37 kasus kejadian, Subang 23 kasus, Kota Bandung 27 dan Kota Cirebon 22 kasus.

Sedangkan pada Hari Lebaran ke-2, atau Senin (20/8) terjadi sebanyak 17 kecelakaan lalu lintas di Jabar dan menewaskan lima orang, 17 luka berat dan 23 orang luka ringan.***1***

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026