Bandung (ANTARA) - Praktisi yang juga Komisaris Utama PT Didi Max Berjangka sekaligus owner Didi Group Yadi Supriadi memberikan tips kepada masyarakat agar terhindar dari penipuan terkait fenomena pamer kekayaan/harga atau flexing dalam dunia trading.
"Saya melihat fenomena flexing di dunia trading sebagai hal yang wajar sepanjang informasi yang disebarkan tidak membodohi atau menipu publik. Dan kita yang mengonsumsi harus jauh lebih bijak menanggapinya. Cari tahu mendalam segala informasi yang terkait," ujar Yadi Supriadi dalam keterangannya kepada wartawan di Bandung, Rabu.
Baca juga: Anggota DPR minta tindak tegas judi "online" berkedok "trading"
Saat ini masyarakat belakangan dihebohkan oleh fenomena flexing) di balik dunia trading yang dinilai sangat merugikan.
Fenomena flexing di dunia trading ini awalnya mencuat setelah akademisi sekaligus praktisi bisnis Rhenald Kasali membongkar praktik flexing di dunia trading.
Rhenald Kasali membongkar adanya broker saham tak bertanggung jawab yang kerap melakukan flexing dalam strategi marketing demi menarik minat pelanggannya.