Saat ini, lanjutnya, substitusi tersebut baru mencapai 13 hingga 14 persen. Maka dari itu program akselerasi bagi sektor industri TPT akan dilakukan lebih fokus pada 2022.

Baca juga: Kemenperin fasilitasi industri TPT kembangkan material tekstil khusus medis

"Seluruh pekerjaan kami di Kemenperin itu kami fokuskan bagaimana sektor TPT yang dalam masa pandemi yang sulit itu tidak akan terpuruk, juga kami bantu agar TPT bisa rebound," katanya.

Meski begitu, menurutnya, perkembangan industri TPT juga tak lepas dari peran masyarakat yang perlu bangga menggunakan produk dalam negeri. Karena program untuk industri TPT itu bukan hanya dibentuk di hulunya saja, melainkan juga hingga ke hilir.

"Ini tentu juga tugas dari pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan kampanye bangga buatan Indonesia," kata Menperin Agus.

Ia pun berharap dengan menggeliatnya sektor industri TPT, kedaulatan sandang bagi masyarakat Indonesia dapat terealisasi secara optimal.

"Importasi TPT ini harus semakin berkurang, program kita yang 35 persen itu (substitusi impor) itu program yang tak terpisahkan dari filosofi besar sandang berdaulat," kata Menperin.

Baca juga: Pacu produktivitas, Kemenperin bantu mesin UPT Tekstil di Majalaya

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026