ANTARAJAWABARAT.com, 7/7 - Akses Gerbang Tol Karawang Barat yang sempat lumpuh akibat adanya bentrokan antara dua kelompok warga akhirnya pada Kamis siang normal kembali, setelah petugas berhasil melerai bentrokan dan membubarkan dua kelompok warga itu.
Bentrokan antara LSM Komando Penegak Keadilan (Kompak) dengan LSM Laskar Merah Putih, di jembatan Badami, yang berdekatan dengan Gerbang Tol Karawang Barat dan gerbang kawasan industri Karawang International Industry City (KIIC) itu terjadi sejak sekitar pukul 10.30 WIB.
Terjadinya unjuk rasa dari dua kelompok berbeda yang berakhir bentrok itu mengakibatkan arus lalu lintas pada akses Gerbang Tol Karawang Barat mengalami kemacetan yang cukup panjang.
Baik kendaraan yang hendak masuk maupun keluar gerbang tol terjebak kemacetan.
Petugas Gerbang Tol Karawang Barat terpaksa mengalihkan para pengendara yang hendak keluar gerbang tol, untuk selanjutnya masuk kembali ke jalan tol dan bisa keluar melalui Gerbang Tol Karawang Timur, wilayah Kecamatan Klari, Karawang.
Upaya pengalihan itu sendiri dilakukan dengan menyampaikan imbauan kepada para pengendara melalui pengeras suara.
Sebab, sekitar 400-500 meter dari gerbang Tol Karawang Barat terjadi unjuk rasa dari dua kelompok massa berbeda yang berakhir bentrok.
Walaupun bentrokan tidak berlangsung lama, tetapi masing-masing warga dari dua kelompok itu tidak bubar usai terjadi bentrokan. Masing-masing dari dua LSM itu saling berjaga-jaga di tengah jalan raya yang merupakan akses Gerbang Tol Karawang Barat.
Kondisi itu mengakibatkan akses Gerbang Tol Karawang Barat terganggu dalam waktu yang cukup lama.
Ratusan warga dari dua kelompok yang berbeda itu mulai bubar sekitar pukul 12.00 WIB. Pada saat itu pula, secara perlahan-lahan arus lalu lintas akses gerbang tol tersebut kembali normal.
Kapolres Karawang AKBP Merdisyam mengatakan, unjuk rasa yang berakhir bentrok antara dua kelompok warga yang tergabung dalam LSM yang berbeda itu dibubarkan secara baik-baik petugas.
"Jika unjuk rasa yang akhirnya bentrok itu dibiarkan berlangsung lama, masyarakat yang terganggu, seperti terganggunya akses Gerbang Tol Karawang Barat," kata kapolres.
Ia mengaku sudah melakukan pendekatan kepada dua kelompok massa tersebut yang intinya masing-masing dari dua kelompok itu ingin menyampaikan aspirasinya kepada manajemen PT Saitama Stamping Indonesia yang berlokasi di kawasan industri KIIC.
"Kami berusaha mengakomodir keinginan masing-masing kelompok untuk bertemu atau menyampaikan aspirasinya kepada manajemen perusahaan, dan akhirnya massa menjadi cair dan bubar," kata dia.
Ali Khumaini
