Bandung, 31/1 (ANTARA) - Komisi E DPRD Jawa Barat pesimis target angka indeks pembangunan manusia (IPM) Jabar dapat tercapai di tahun 2013 walaupun tahun ini target tersebut diturunkan.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Barat, Yod Mintaraga, di Bandung, Senin, menyatakan alasan pihaknya pesimis terhadap target IPM tersebut karena terlihat dari penurunan target perencanaan, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
"Penurunan target terlihat pada pembangunan ruang kelas baru (RKB). Dulu, target tahun 2011 gubernur akan membangun 6.000 RKB, ternyata kenyataannya hanya 3.000 unit," kata Yod Mintaraga.
Ia menjelaskan, dalam RPJMD 2008-2013 target IPM Jawa Barat 80 poin namun karena selama beberapa tahun kenaikkan IPM hanya nol koma, maka tahun 2010 gubernur dan DPRD Jabar sepakat untuk menurunkan IPM di tahun 2013 antara 74 hingga 75 poin.
Menurutnya, meski anggaran pendidikan dalam APBD Jawa Barat sudah mencapai 20 persen, namun dari 20 persen tersebut dana yang dikelola oleh dinas pendidikan hanya 14 persen, selebihnya tersebar di organisasi perangkat daerah (OPD) lain.
"Selain itu, dari tahap awal pembahasan APBD hingga tahap finalisasi kami tidak mengetahui program bidang pendidikan di OPD non-disdik. Dengan begitu saya masih ragu dengan program pendidikan di sejumlah OPD. Sehingga kita tidak bisa mengevaluasi program-program pendidikan," kata Yod.
Ia menjelaskan, persoalan lainnya ialah rata-rata lama sekolah masyarakat Jawa Barat hanya 7,6 tahun, padahal pemerintah sudah beberapa tahun menjalankan program wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas).
Menurutnya, dalam bidang kesehatan anggaran jamkesda pun dari yang direncanakan Rp79 miliar namun yang diimplementasikan hanya Rp69 miliar.
Pihaknya memahami, bahwa adanya penurunan sekitar Rp10 miliar dalam anggaran kesehatan karena anggarannya akan digunakan pembangunan Puskesmas PONED.
Namun, kata Yod, ternyata pembangunan PONED pun hanya 87 unit dari yang direncanakan 200 unit.
"Terus terang, kita kecewa dengan target-target pembangunan pendidikan dan kesehatan. Kita sebenarnya sudah menanyakan hal ini kepada eksekutif, tapi alasannya klasik yakni terbatasnya anggaran. Melihat terget-target yang melesat ini, saya pesimis angka IPM Jabar akan tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan," katanya.
Menurutnya, membangun RKB atau PONED di APBD perubahan, hanyalah mimpi karena pada APBD perubahan anggaran tidak mesti naik tergantung perkembangan dan pendapatan.
Ajat S